KBRN, Jakarta: Peran Sertifikasi Tenaga Kerja Infrastuktur saat ini sangat penting untuk digunakan dalam pekerjaan proyek infrastruktur. Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Prof Budi Jatmiko mengatakan bahwa peraturan pemerintah mengharuskan tenaga kerja infrastruktur wajib memiliki sertifikasi,
Menurutnya sekarang ini ada kebutuhan 12 juta pekerja kontruksi yang bekerja di sejumlah proyek infrastruktur di dalam negeri. "Namun baru sekitar 720 ribu yang telah memiliki sertifikat kompetensi." ucap Budi di Jakarta, Jumat (01/12/23).
Prof Budi Djatmiko menjelaskan pihaknya akan memilih kurikulum dan akan kumpulkan seluruh dekan prodi sipil, juga arsitektur. “Untuk menyusun kurikulum yang baku sesuai dengan kategori yang diuji nanti dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan, sipil, arsitek," kata Budi menjelaskan.
Kemudian begitu mahasiswa lulus ia sudah mengikuti uji kompetensi " Nah ini menguntungkan perguruan tinggi yang nanti kerja sama dan akan menciptakan sarjana yang siap kerjan dalam menghadapi revolusi industri." ucapnya.
Lebih lanjut Budi Jatmiko mengatakan, kedepan akan dibuatkan kurikulum khusus untuk pembelajaran mata kuliah uji kompetensi perolehan sertifikasi. Sedangkan untuk mahasiswa tingkat akhir mereka akan diuji langsung.
Mahasiswa awal semester karena telah masuk pembelajaran uji kompetensi di kurikulum di kampusnya, akan mendapatkan sertifikasi kompetensi setelah menjadi sarjana. Begitu lulus mereka sudah siap pakai diberbagai perusahaan infrastruktur, dalam maupun luar negeri dengan berbekal ijasah dan sertifikasi.
Sementara itu Dewan Pengurus Pusat Himpunan Profesi Tenaga Konstruksi. (DPP Hiptasi), Hengky Hamino mengatakan tentang era revolusi industri. Sangat diperlukan satu perkembangan baru karena nanti ada sebuah rekonstruksi, proses pendidikan dan implementasi di lapangan.
Hengky menyebutkan, Hiptasi bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk menambah jumlah tenaga kerja bersertifikasi. "Kita memiliki 450 perguruan tinggi, diharapkan dengan kerja sama ini, mereka sebelum lulus sudah mendapatkan sertifikasi,” ujarnya.
Oleh: Nurana Diah DayantiEditor: witokaryono02 Dec 2023 - 06:40. Sumber: https://www.rri.co.id/nasional/466559/sertifikasi-tenaga-kerja-konstruksi-akan-masuk-kurikulum-kampus.
